Sunday, September 8, 2024

JENIS-JENIS ARDUINO

1. Arduino Uno

Jenis Arduino Uno merupakan produk papan sirkuit USB pertama yang dijadikan contoh model referensi untuk pengembangan platform Arduino ke depannya. Jenis mikrokontroler Arduino Uno adalah chip ATmega328P. Arus maksimum Arduino jenis ini adalah 50mA. Arduino Uno memiliki 14 pin input dan output digital, dimana 6 pin input tersebut digunakan sebagai output PMW dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header dan tombol reset. Dari spesfikasi tersebut dapat dilihat bahwa memori pada Arduino Uno adalah sebagai berikut: Flash Memory sebesar 32 KB (32768 byte) SRAM (Static Random Access Memory) sebesar 2 KB (2048 byte).


2. Arduino Leonardo

Arduino jenis Leonardo menggunakan mikrokontroler ATmega32U4 yang memiliki fungsi sebagai komunikasi USB. Arduino Leonardo menggunakan micro USB untuk proses coding. Arduino Leonardo memiliki 20 pin I/O dimana 7 digunakan sebagai output PMW dan 12 sebagai pin input analog, oskilator kristal 16 MHz, koneksi micro USB, colokan listrik, header ICSP dan tombol reset. Input voltage yang di sarankan adalah 7-12V dan input voltage limit nya adalah 6-20V. Memory Flash untuk Arduino Leonardo adalah 32 KB untuk bootleader.


3. Arduino Due

Kata Duemilanove dalam bahasa Italia berarti 2009, di mana tahun tersebut merupakan tahun pertama peluncuran dari Arduino Duemilanove. Arduino Due ini menggunakan mikrokontroler ATmega168 atau ATmega 328 dari Atmel SAM3X8E ARM Cortex M3 CPU. Jenis Arduino ini merupakan jenis Arduino pertama yang menggunakan ARM 32-bit. Untuk rekomendasi voltage input Arduino Due ini adalah 7-12 V, dan untuk limit voltage input nya adalah 6-16V. Arduino Due memiliki 54 pin I/O dan 12 pin digital.Untuk pemrogramannya menggunakan mikro USB yang terdapat pada beberapa tipe HP.

4. Arduino Mega 2560

Arduino jenis ini merupakan pengganti dari Arduino jenis Meega. Dinamakan Arduino Mega 2560 dikarenakan jenis mikrokontroler yang digunakan adalah tipe ATmega2560 yang sebelumnya merupakan ATmega1280. Arus DC untuk pin Arduino jenis ini adalah 3.3V, 50mA. Untuk Memory Flash nya adalah 256KB used by bootloader. Jumlah pin dari Arduino Mega2560 sebanyak 54 pin yang dapat digunakan sebagai I/O dan 16 pin analog berlabel A0 sampai A15 sebagai ADC, setiap pin analog memiliki resolusi sebesar 10 bit. Arduino Mega2560 dilengkapi dengan kristal 16MHz untuk penggunaan relatif sederhana cukup menghubungkan power dari USB ke PC/laptop melalui jack DC menggunakan adaptor 7-12V DC.


5. Arduino Nano

Arduino Nano menggunakan mikrokontroler jenis Atmega168 dan dilengkapi dengan FTDI untuk pemrograman melalui micro USB. Arduino Nano memiliki 8 pin sebagai input analog, diberi label A0 sampai A7 yang masing-masing menyediakan resolusi 10 bit (yaitu 1024 nilai yang berbeda). Tegangan operasi Arduino Nano R3 sebesar 5 volt, tegangan input yang disarankan adalah 7v-12v. Terdpat pin digital pin I/O sejumlah 14 pin dan di antaranya sebagai Output PMW.


6. Arduino ESP32

ESP32 adalah salah satu keluarga mikrokontroler yang dikenalkan dan dikembangkan oleh Espressif System. ESP32 ini merupakan penerus dari mikrokontroller ESP8266. Mikrokontroler satu ini compatible dengan Arduino IDE Pada mikrokontroler ini sudah tersedia modul WiFi dan ditambah dengan BLE (Bluetooth Low Energy) dalam chip sehingga sangat mendukung dan dapat menjadi pilihan bagus untuk membuat sistem aplikasi Internet of Things.







No comments:

Post a Comment

LATSOL BERPIKIR KOMPUTASIONAL

  LATIHAN SOAL BERPIKIR KOMPUTASIONAL Soal 1 Berpikir komputasional adalah... a. Kemampuan menggunakan komputer dengan sangat baik. b....