Thursday, November 28, 2024

LATSOL BERPIKIR KOMPUTASIONAL

 LATIHAN SOAL BERPIKIR KOMPUTASIONAL

Soal 1

Berpikir komputasional adalah...

a. Kemampuan menggunakan komputer dengan sangat baik.

b. Cara berpikir yang berfokus pada pemecahan masalah menggunakan prinsip-prinsip komputer.

c. Kemampuan menulis kode program.

d. Kemampuan merancang perangkat keras komputer.

e. Kemampuan menghafal banyak data.

 Analisis: Karena berpikir komputasional adalah pendekatan untuk menyelesaikan masalah dengan prinsip seperti dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan algoritma, yang sering digunakan dalam ilmu komputer.


Soal 2

Manakah yang BUKAN merupakan komponen dasar dari berpikir komputasional?

a. Dekomposisi

b. Pengenalan pola

c. Abstraksi

d. Algoritma

e. Kreativitas

Analisis: Karena kreativitas bukan komponen inti berpikir komputasional, melainkan keterampilan pendukung. Komponen utamanya adalah dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. 


Soal 3

Contoh penerapan berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari adalah...

a. Memilih pakaian yang akan dipakai.

b. Menghafal nomor telepon.

c. Merencanakan perjalanan liburan.

d. Menonton film.

e. Tidur.

 Analisis: Karena merencanakan perjalanan liburan melibatkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.


Soal 4

Apa yang dimaksud dengan dekomposisi dalam berpikir komputasional?

a. Menggabungkan beberapa masalah menjadi satu.

b. Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

c. Mencari persamaan antara berbagai masalah.

d. Membuat model sederhana dari suatu masalah.

e. Mengabaikan detail yang tidak penting.

Analisis: Dekomposisi dalam berpikir komputasional adalah proses memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.


Soal 5

Pengenalan pola dalam berpikir komputasional berguna untuk...

a. Menemukan solusi yang unik untuk setiap masalah.

b. Mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam data.

c. Membuat masalah menjadi lebih kompleks.

d. Mengabaikan informasi yang tidak relevan.

e. Memastikan semua data akurat.

 Analisis: Mengenali pola memungkinkan kita untuk melihat kesamaan antara masalah yang berbeda dan menerapkan solusi yang sama atau serupa.


Soal 6

Anda ingin membuat jadwal kegiatan harian yang efisien. Langkah pertama yang paling tepat menggunakan pendekatan berpikir komputasional adalah...

a. Memulai dengan kegiatan yang paling menyenangkan.

b. Menuliskan semua kegiatan tanpa urutan.

c. Membagi kegiatan menjadi kelompok berdasarkan jenis (belajar, bersantai, dll.).

d. Menentukan waktu tidur yang ideal.

e. Meminta bantuan teman untuk membuat jadwal.

Analisis: Langkah pertama yang tepat adalah dekomposisi, yaitu memecah jadwal kegiatan besar menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan jenis aktivitasnya.

 

Soal 7

Anda ingin mencari sebuah buku di perpustakaan yang sangat besar. Strategi pencarian mana yang paling efisien dengan menggunakan prinsip berpikir komputasional?

a. Mencari buku secara acak di setiap rak.

b. Meminta bantuan pustakawan tanpa memberikan informasi detail.

c. Menggunakan sistem katalog perpustakaan untuk mencari berdasarkan judul, penulis, atau subjek.

d. Membaca semua judul buku di setiap rak.

e. Mencari buku berdasarkan warna sampulnya.

Analisis: Menggunakan sistem katalog perpustakaan adalah penerapan prinsip berpikir komputasional yang paling efisien.

 

Soal 8

Anda ingin membuat sebuah kue mengikuti resep. Langkah-langkah mana yang mencerminkan penerapan algoritma dalam proses memasak?

a. Mencampur semua bahan sekaligus.

b. Memasak dengan api yang sangat besar.

c. Mengikuti urutan langkah-langkah yang tertera dalam resep.

d. Menambahkan bahan secara acak.

e. Memasak tanpa mengukur bahan.

Analisis: Dalam hal ini, mengikuti urutan langkah-langkah dalam resep adalah penerapan algoritma, karena setiap langkah harus dilakukan sesuai urutan yang benar untuk menghasilkan kue yang baik.

 

Soal 9

Anda ingin memecahkan sebuah teka-teki silang. Strategi mana yang paling sesuai dengan pendekatan berpikir komputasional?

a. Mengisi kotak kosong secara acak dengan huruf.

b. Memulai dengan mengisi kotak yang paling mudah terlebih dahulu.

c. Menebak jawaban tanpa melihat petunjuk.

d. Meminta bantuan teman untuk menyelesaikan semua teka-teki.

e. Mengabaikan petunjuk dan hanya mengandalkan intuisi.

Analisis: Mengisi kotak yang paling mudah terlebih dahulu adalah cara yang terstruktur untuk memecahkan masalah

 

Soal 10

Anda ingin merancang sebuah taman di halaman belakang rumah. Langkah awal yang paling logis dengan menggunakan pendekatan berpikir komputasional adalah...

a. Membeli tanaman yang paling mahal.

b. Mulai menanam tanaman tanpa perencanaan.

c. Mengukur ukuran halaman dan membuat sketsa desain.

d. Memilih warna tanaman yang paling disukai.

e. Menanyakan pendapat tetangga tentang desain taman.

Analisis: Langkah pertama yang logis dalam merancang taman adalah dekomposisi masalah: memecah proyek besar (merancang taman) menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan terstruktur, seperti mengukur ukuran halaman dan merencanakan desainnya.

 

Soal 11

Apa manfaat utama dari berpikir komputasional dalam memecahkan masalah?

a. Membuat masalah menjadi lebih rumit.

b. Mengandalkan intuisi semata.

c. Memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.

d. Menghindari mencari solusi yang optimal.

e. Mengabaikan detail-detail penting.

 Analisis: Manfaat utama berpikir komputasional adalah dekomposisi, yaitu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.


Soal 12

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan contoh penerapan berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari?

a. Merencanakan perjalanan liburan.

b. Memasak makanan mengikuti resep.

c. Menyelesaikan teka-teki silang.

d. Menonton film.

e. Menyusun jadwal belajar.

Analisis: Menonton film tidak melibatkan proses berpikir komputasional karena tidak memerlukan pemecahan masalah sistematis atau penggunaan prinsip-prinsip berpikir komputasional


Soal 13

Apa yang dimaksud dengan abstraksi dalam konteks berpikir komputasional?

a. Mengabaikan semua detail yang tidak penting.

b. Memfokuskan pada aspek-aspek penting dari suatu masalah.

c. Membuat masalah menjadi lebih kompleks.

d. Mengikuti langkah-langkah secara berurutan.

e. Mencari pola yang berulang.

Analisis: Tujuan melakukan abstraksi yaitu untuk mengetahui informasi penting dan menyingkirkan Informasi yang tidak penting, sehingga seseorang bisa menggunakan informasi penting tersebut untuk menyelesaikan persoalan atau permasalahan.


Soal 14

Mengapa algoritma penting dalam berpikir komputasional?

a. Algoritma membuat masalah menjadi lebih sulit.

b. Algoritma adalah serangkaian instruksi yang tidak berurutan.

c. Algoritma membantu kita menemukan solusi yang efisien dan terstruktur.

d. Algoritma hanya digunakan dalam bidang komputer.

e. Algoritma tidak perlu jelas dan mudah dipahami.

Analisis: Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah atau instruksi yang terstruktur dan jelas untuk menyelesaikan suatu masalah.


Soal 15

Manakah dari berikut ini yang TIDAK menunjukkan kemampuan berpikir komputasional?

a. Mampu memecahkan masalah matematika yang kompleks.

b. Mampu menulis kode program komputer.

c. Mampu bermain game strategi dengan baik.

d. Mampu menghafal banyak informasi tanpa memahaminya.

e. Mampu merancang eksperimen sederhana.

Analisis: Kemampuan berpikir komputasional berfokus pada pemecahan masalah, analisis, dan perancangan solusi secara sistematis, bukan sekadar menghafal informasi.

 

Soal 16

Apa manfaat utama dari berpikir komputasional dalam memecahkan masalah?

a. Membuat masalah menjadi lebih rumit.

b. Mengandalkan intuisi semata.

c. Memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.

d. Menghindari mencari solusi yang optimal.

e. Mengabaikan detail-detail penting.

Analisis: Karena tujuan utama dari berpikir komputasional adalah untuk memecah masalah kompleks menjadi bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.

 

Soal 17

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan contoh penerapan berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari?

a. Merencanakan perjalanan liburan.

b. Memasak makanan mengikuti resep.

c. Menyelesaikan teka-teki silang.

d. Menonton film.

e. Menyusun jadwal belajar.

Analisis: Menonton film tidak melibatkan proses berpikir komputasional karena tidak memerlukan pemecahan masalah sistematis atau penggunaan prinsip-prinsip berpikir komputasional

 

Soal 18

Apa yang dimaksud dengan dekomposisi dalam konteks berpikir komputasional?

a. Menggabungkan beberapa masalah menjadi satu.

b. Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

c. Mencari persamaan antara berbagai masalah.

d. Membuat model sederhana dari suatu masalah.

e. Mengabaikan detail yang tidak penting.

Analisis: Dekomposisi dalam berpikir komputasional adalah proses memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.


Soal 19

Pengenalan pola dalam berpikir komputasional berguna untuk...

a. Menemukan solusi yang unik untuk setiap masalah.

b. Mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam data.

c. Membuat masalah menjadi lebih kompleks.

d. Mengabaikan informasi yang tidak relevan.

e. Memastikan semua data akurat.

Analisis: Mengenali pola memungkinkan kita untuk melihat kesamaan antara masalah yang berbeda dan menerapkan solusi yang sama atau serupa.


Soal 20

Berikan contoh penerapan berpikir komputasional dalam bidang memasak.

a. Memilih bahan makanan berdasarkan warna.

b. Mengikuti resep tanpa mengubah takaran.

c. Menambahkan bumbu secara acak.

d. Memasak tanpa menggunakan alat bantu.

e. Membuat menu baru tanpa referensi.

 Analisis: Berpikir komputasional dalam memasak dapat diterapkan dengan mengikuti algoritma yang terstruktur, seperti mengikuti resep secara sistematis.


Soal 21

Bagaimana berpikir komputasional dapat membantu dalam menyelesaikan masalah sehari-hari seperti mencari barang yang hilang?

a. Mencari barang secara acak di seluruh ruangan.

b. Meminta bantuan orang lain tanpa memberikan informasi.

c. Membagi ruangan menjadi zona pencarian dan mengingat tempat terakhir melihat barang.

d. Menyalahkan orang lain atas kehilangan barang.

e. Mengabaikan barang yang hilang.

Analisis: Berpikir komputasional dalam mencari barang yang hilang dapat diterapkan dengan dekomposisi, yaitu membagi masalah (mencari barang) menjadi bagian yang lebih kecil (misalnya, zona pencarian di ruangan). Ini juga melibatkan abstraksi dengan fokus pada informasi penting seperti tempat terakhir melihat barang.

 

Soal 22

Apa manfaat dari mempelajari berpikir komputasional?

a. Menjadi lebih mahir dalam menggunakan komputer.

b. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir logis, dan kreatif.

c. Membuat kita menjadi robot.

d. Membuat kita lebih suka bekerja sendiri.

e. Membuat kita tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain.

Analisis: Mempelajari berpikir komputasional membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir logis, dan kreativitas karena pendekatan ini mengajarkan cara memecah masalah menjadi bagian yang lebih kecil

 

Soal 23

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh penerapan algoritma dalam kehidupan sehari-hari?

a. Memilih pakaian secara acak dari lemari.

b. Mengikuti resep masakan langkah demi langkah.

c. Menggambar tanpa menggunakan garis bantu.

d. Berlari tanpa tujuan.

e. Berbicara tanpa berpikir.

Analisis: Mengikuti resep masakan langkah demi langkah adalah contoh penerapan algoritma karena resep tersebut berisi serangkaian instruksi yang terstruktur dan terurut untuk mencapai hasil yang diinginkan

 

Soal 24

Apa yang dimaksud dengan abstraksi dalam konteks merancang sebuah program komputer?

a. Menulis kode program yang sangat panjang.

b. Memfokuskan pada detail-detail kecil dalam program.

c. Mengidentifikasi komponen-komponen utama dari masalah dan merepresentasikannya dalam bentuk yang lebih sederhana.

d. Membuat program yang sangat kompleks.

e. Menyalin kode program dari sumber lain.

Analisis: Abstraksi dalam merancang program komputer adalah proses menyaring informasi yang tidak relevan dan fokus pada komponen utama masalah.

 

Soal 25

Bagaimana berpikir komputasional dapat membantu dalam memecahkan masalah lingkungan?

a. Dengan membuat lebih banyak limbah.

b. Dengan mengabaikan masalah lingkungan.

c. Dengan menganalisis data tentang perubahan iklim dan mencari solusi yang efektif.

d. Dengan membuat program komputer yang dapat menyebabkan polusi.

e. Dengan tidak melakukan apa-apa.

Analisis: Berpikir komputasional dapat membantu memecahkan masalah lingkungan dengan menganalisis data yang besar dan kompleks, seperti data perubahan iklim, emisi karbon, atau penggunaan sumber daya alam.

Tuesday, September 24, 2024

RUNNING TEXT LCD

 SIMULASI ARDUINO (SISTEM KOMPUTER) - RUNNING TEXT LCD

Nama: Denisya Adinda Ahmad
Asal Sekolah: SMA AL-HUDA
Kelas: F2.4
Tahun Ajaran: 2024/2025


Component List Arduino Running Text LCD







Thursday, September 19, 2024

SIMULASI ARDUINO (SISTEM KOMPUTER)

 Nama: Denisya Adinda Ahmad

Asal Sekolah: SMA AL-HUDA CENGKARENG

Kelas: F2.4

Tahun Ajaran: 2024-2025


Components List Arduino Traffic Light





 


 

 





Sunday, September 8, 2024

JENIS-JENIS ARDUINO

1. Arduino Uno

Jenis Arduino Uno merupakan produk papan sirkuit USB pertama yang dijadikan contoh model referensi untuk pengembangan platform Arduino ke depannya. Jenis mikrokontroler Arduino Uno adalah chip ATmega328P. Arus maksimum Arduino jenis ini adalah 50mA. Arduino Uno memiliki 14 pin input dan output digital, dimana 6 pin input tersebut digunakan sebagai output PMW dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header dan tombol reset. Dari spesfikasi tersebut dapat dilihat bahwa memori pada Arduino Uno adalah sebagai berikut: Flash Memory sebesar 32 KB (32768 byte) SRAM (Static Random Access Memory) sebesar 2 KB (2048 byte).


2. Arduino Leonardo

Arduino jenis Leonardo menggunakan mikrokontroler ATmega32U4 yang memiliki fungsi sebagai komunikasi USB. Arduino Leonardo menggunakan micro USB untuk proses coding. Arduino Leonardo memiliki 20 pin I/O dimana 7 digunakan sebagai output PMW dan 12 sebagai pin input analog, oskilator kristal 16 MHz, koneksi micro USB, colokan listrik, header ICSP dan tombol reset. Input voltage yang di sarankan adalah 7-12V dan input voltage limit nya adalah 6-20V. Memory Flash untuk Arduino Leonardo adalah 32 KB untuk bootleader.


3. Arduino Due

Kata Duemilanove dalam bahasa Italia berarti 2009, di mana tahun tersebut merupakan tahun pertama peluncuran dari Arduino Duemilanove. Arduino Due ini menggunakan mikrokontroler ATmega168 atau ATmega 328 dari Atmel SAM3X8E ARM Cortex M3 CPU. Jenis Arduino ini merupakan jenis Arduino pertama yang menggunakan ARM 32-bit. Untuk rekomendasi voltage input Arduino Due ini adalah 7-12 V, dan untuk limit voltage input nya adalah 6-16V. Arduino Due memiliki 54 pin I/O dan 12 pin digital.Untuk pemrogramannya menggunakan mikro USB yang terdapat pada beberapa tipe HP.

4. Arduino Mega 2560

Arduino jenis ini merupakan pengganti dari Arduino jenis Meega. Dinamakan Arduino Mega 2560 dikarenakan jenis mikrokontroler yang digunakan adalah tipe ATmega2560 yang sebelumnya merupakan ATmega1280. Arus DC untuk pin Arduino jenis ini adalah 3.3V, 50mA. Untuk Memory Flash nya adalah 256KB used by bootloader. Jumlah pin dari Arduino Mega2560 sebanyak 54 pin yang dapat digunakan sebagai I/O dan 16 pin analog berlabel A0 sampai A15 sebagai ADC, setiap pin analog memiliki resolusi sebesar 10 bit. Arduino Mega2560 dilengkapi dengan kristal 16MHz untuk penggunaan relatif sederhana cukup menghubungkan power dari USB ke PC/laptop melalui jack DC menggunakan adaptor 7-12V DC.


5. Arduino Nano

Arduino Nano menggunakan mikrokontroler jenis Atmega168 dan dilengkapi dengan FTDI untuk pemrograman melalui micro USB. Arduino Nano memiliki 8 pin sebagai input analog, diberi label A0 sampai A7 yang masing-masing menyediakan resolusi 10 bit (yaitu 1024 nilai yang berbeda). Tegangan operasi Arduino Nano R3 sebesar 5 volt, tegangan input yang disarankan adalah 7v-12v. Terdpat pin digital pin I/O sejumlah 14 pin dan di antaranya sebagai Output PMW.


6. Arduino ESP32

ESP32 adalah salah satu keluarga mikrokontroler yang dikenalkan dan dikembangkan oleh Espressif System. ESP32 ini merupakan penerus dari mikrokontroller ESP8266. Mikrokontroler satu ini compatible dengan Arduino IDE Pada mikrokontroler ini sudah tersedia modul WiFi dan ditambah dengan BLE (Bluetooth Low Energy) dalam chip sehingga sangat mendukung dan dapat menjadi pilihan bagus untuk membuat sistem aplikasi Internet of Things.







Wednesday, August 28, 2024

SISTEM KOMPUTER

 PERBEDAAN SINGLE BOARD COMPUTER DENGAN SINGLE BOARD CONTROLLER


Sebelum itu, mari kita ketahui dahulu apa itu Single Board Computer dan Single Board Controller.

 A. Single Board Computer




Single Board Computer (SBC) adalah komputer lengkap yang dibangun di atas satu papan sirkuit. Berbeda dengan komputer desktop yang terdiri dari beberapa komponen terpisah (seperti motherboard, CPU, RAM, dan lain-lain), SBC menyatukan semua komponen tersebut dalam satu papan tunggal.

- CPU adalah komponen atau perangkat yang memiliki tugas untuk menerima instruksi, memproses data, dan menghasilkan output.

- Inverter adalah perangkat atau rangkaian elektronik yang mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC).

- Digital I/O Board adalah papan interface yang menambahkan kemampuan untuk memasukkan dan mengeluarkan sinyal digital secara paralel ke komputer.

Low Voltage Differential Signaling (LVDS) adalah teknologi transmisi data dalam high-speed yang digunakan untuk menghubungkan antara LCD panel dan pengendali tampilan.

- Ethernet sebuah teknologi yang digunakan untuk menghubungkan jaringan Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN)

- Displayport yaitu antarmuka standar video yang dikembangkan oleh Video Electronics Standards Association (VESA).


B. Single Board Controller

Single Board Controller adalah perangkat yang dirancang untuk mengontrol fungsi tertentu dalam sebuah sistem. Biasanya digunakan dalam sistem embedded, yang memerlukan kontrol langsung dan real-time. Contoh dari single board controller adalah Arduino, yang sering digunakan untuk mengontrol sensor dan aktuator dalam proyek-proyek DIY dan robotika.


Perbedaan Utama antara Single Board Computer dan Single Board Controller

Fungsi dan Tujuan

- Single Board Computer: Dirancang sebagai komputer lengkap untuk berbagai aplikasi 

- Single Board Controller: Fokus pada GPIO (General Purpose Input/Output) untuk mengontrol perangkat lain.


Komponen dan Koneksi

- Single Board Computer: Memiliki komponen seperti CPU, RAM, storage, dan port I/O yang lengkap.

- Single Board Controller: Fokus pada GPIO (General Purpose Input/Output) untuk mengontrol perangkat lain.


Penggunaan dan Aplikasi
- Single Board Computer: Digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kemampuan komputasi lebih besar dan fleksibilitas sistem operasi. Misalnya, server kecil, media center, atau pengembangan aplikasi.

- Single Board Controller: Digunakan dalam sistem embedded yang memerlukan kontrol real-time dan respons cepat. Contohnya dalam robotika, kontrol mesin, atau sensor jaringan.


Kompleksitas dan Kebutuhan Daya
- Single Board Computer: Lebih kompleks dan memerlukan daya lebih besar dibandingkan dengan single board controller. Biasanya membutuhkan power supply yang lebih kuat dan manajemen daya yang lebih baik.

- Single Board Controller: Lebih sederhana dan hemat daya, sering kali bisa dioperasikan dengan baterai kecil untuk waktu yang lama.


Sistem Operasi

Single Board Computer: Biasanya menjalankan sistem operasi seperti Linux atau Windows.

- Single Board Controller: Tidak memerlukan sistem operasi, tapi menggunakan firmware untuk menjalankan tugasnya.


Papan lain selain Raspberry dan Arduino yang digunakan untuk pengaplikasian mikrokontroler:

1. Teensy



Teensy 2.0 dikembangkan untuk satu-satunya alasan menjadi alternatif yang bagus untuk Arduino, yang menjadikannya salah satu mikrokontroler yang harus dipertimbangkan. Alternatif ini menawarkan fitur seperti Arduino dan dapat menjalankan perangkat lunak Arduino yang pada gilirannya berarti akses ke perpustakaan Arduino yang luas. Fitur dari mikrokontroler meliputi:

  • Ini melihat 25 pin input dan output
  • Ini fitur prosesor AVR 16 MHz
  • Ini juga berfungsi dengan Mac OS X, Linux, dan Windows
  • Dilengkapi dengan ruang USB yang membantu pemrogramannya

2. Nanode

Nanode seperti Arduino menawarkan berbagai mikrokontroler yang dapat Kalian manfaatkan saat mengembangkan proyek kelistrikan, robot, dan perangkat IoT. Itu datang sebagai kit pengembangan, yang berarti Kalian harus siap untuk melakukan beberapa perakitan dan penyolderan sebelum memulai dengan board. Fitur-fitur Nanode meliputi:

  • Mikrokontroler ATMega328P berjalan pada 16MHz
  • LED merah dan hijau untuk diagnostik program yang lebih baik
  • Konektor daya mini USB
  • Pengontrol Ethernet ENC28J60 dengan kristal 25MHz dan konektor Ethernet



LATSOL BERPIKIR KOMPUTASIONAL

  LATIHAN SOAL BERPIKIR KOMPUTASIONAL Soal 1 Berpikir komputasional adalah... a. Kemampuan menggunakan komputer dengan sangat baik. b....